Kelebihan dan Kekurangan POCO M3

Ivy-league-online – Setelah kehadiran POCO X3 NFC, yang oleh banyak orang disebut tak kasat mata, kini hadir POCO M3 di segmen harga yang sedikit berbeda. POCO X3 NFC dibanderol dengan harga Rp 3 jutaan, POCO M2 sendiri dibanderol Rp 2 jutaan. Tidak mahal, kan?

Sepertinya kita tidak perlu banyak menjelaskan tentang POCO, karena para pecinta ponsel Android pasti sudah tahu bahwa sub-brand Xiaomi ini selalu menghancurkan harga para pesaingnya. Dari performa yang superior hingga fitur yang memikat, Anda jadi malas melihat merek lain saat melihat kehebatan produk POCO.

Siapa sangka ada ponsel murah dengan beberapa keunggulan unggulan seperti POCO M3? Perhatikan poin-poin di bawah ini.

1. Performa Chipset Terbilang Tangguh

Tanpa harus membeli ponsel mahal, Anda sudah bisa merasakan performa gaming yang bertenaga berkat hadirnya POCO M3. Berbekal chipset Snapdragon 662 yang cukup bertenaga di kelasnya, aktivitas hiburan dan produktivitas dapat berjalan lancar dan tanpa lag.

Chipset seri Snapdragon 600 hadir dengan dua kelompok delapan inti, yaitu 4 Kryo 260 Gold dan 4 Kryo 260 Silver. Mereka berasal dari ARM Cortex A73 dan A53.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari GSM Arena, POCO M3 mampu mencapai skor benchmark 177.904 pada AnTuTu v8. Dalam tes GeekBench 5, ponsel ini mendapat skor 308 untuk tes single-core dan skor 1398 untuk tes multi-core.

Menyebut dirinya sebagai raja entry-level baru, performa POCO M3 memang salah satu yang paling garang. Game juga bisa dimainkan dengan lancar, meskipun Anda harus memainkannya pada pengaturan grafis rendah.

Video uji PUBG M yang diunggah ke YouTube oleh Venture Tech menunjukkan bahwa POCO M3 yang paling macet dapat disetel ke Seimbang dan Sedang. Sedangkan jika diatur ke Smooth, frame rate bisa dinaikkan menjadi High.

Nah, pada setting Balanced – Medium, ternyata game PUBG M bisa berjalan lancar meski FPS sesekali drop. Tidak masalah, ini adalah ponsel entry-level sehingga performanya tidak bisa dibandingkan dengan ponsel di kelas harga yang lebih tinggi.

2. Kapasitas baterai besar

Sementara hampir semua ponsel entry-level berada di “zona nyaman” mereka dengan menawarkan baterai 5.000 mAh, POCO M3 hadir untuk mengancam keberadaan mereka. Pasalnya, smartphone murah namun tangguh ini sudah unggul dalam game dengan kapasitas 6000mAh.

Dengan kapasitas yang lebih besar tentunya POCO M3 juga dapat memiliki waktu pemakaian yang lebih lama. GSM Arena menyebutkan bahwa ponsel ini telah mencapai daya tahan 154 jam, dengan daya tahan baterai 46 jam, browsing 21 jam atau pemutaran video 17 jam.

Dari video pengujian TechNick, terlihat bahwa POCO M3 berhasil bertahan 9 jam 6 menit setelah melakukan serangkaian aktivitas yang boros baterai, seperti bermain game, menggulir browser, kamera, dll. di.

Dibandingkan lima ponsel lainnya, POCO M3 adalah yang terbaik ketiga dalam hal daya tahan baterai, tepat di belakang iPhone 12 Pro Max dan ASUS ROG Phone 3. Cukup mengejutkan bahwa ponsel semurah POCO M3 dapat dibandingkan dengan dua ponsel lainnya. ponsel unggulan kualitas dalam hal otonomi.

3. Fitur Pengisian Daya Cepat dan Reverse Charging

Selain kapasitas baterainya yang besar, POCO M3 juga dibekali fungsi fast charging 18W sehingga Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengisi daya. Meskipun angka 18W di sini relatif kecil, perlu diingat bahwa POCO M3 adalah ponsel entry-level. Jadi tidak realistis untuk membandingkannya dengan ponsel kelas menengah seperti POCO X3 NFC, yang menggunakan pengisian cepat 33W.

Meski hanya mendukung 18W, sepertinya POCO M3 memiliki sasis yang mendukung 22,5W. GSM Arena menyebutkan POCO M3 membutuhkan waktu hingga 2 jam 59 menit atau bisa dibulatkan pada pukul 3. Di sini kita dapat melihat bahwa pengisian cepat 18W bukan yang terbaik untuk mengisi baterai 6000mAh. Namun, hal itu patut diapresiasi mengingat harganya yang hanya 2 juta rupiah.

Dan juga, dengan baterai yang besar, membuat POCO M3 sama berharganya dengan power bank. Anda dapat mengisi daya perangkat lain seperti TWS, jam tangan pintar, atau ponsel lain menggunakan OTG.

Refensi : Berita Teknologi Terbaru