Mitos Yang Tak Banyak Diketahui Saat Bersepeda Malam Hari

Ivy League –┬áBersepeda tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memiliki banyak efek positif yang menyehatkan tubuh. Banyak sekali komunitas bersepeda di Indonesia yang mendedikasikan diri untuk kegiatan favoritnya tidak hanya di siang hari tapi juga di malam hari.

Tahukah Anda bahwa di luar lingkaran pengendara sepeda, ternyata beredar mitos tentang bahaya bersepeda di malam hari yang tidak banyak diketahui orang. Ingin tahu sesuatu? Berikut ulasannya.

1. Sakit tenggorokan atau duduk di angin

Banyak orang mengira bahwa angin malam tidak terlalu baik untuk kesehatan jantung dan bahkan dapat menyebabkan penyakit mematikan yang disebut “angin duduk”. Meski disebut angin menetap, penyakit ini bukan disebabkan oleh angin malam. Angin sepi atau sakit tenggorokan adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri dada akibat aliran darah yang tidak mencukupi ke otot jantung. Menurut National Institute of the Heart, Lung, and Blood, kondisi angina terjadi ketika otot jantung tidak memiliki cukup darah yang kaya oksigen, jadi bukan karena terkena angin malam. Bersepeda secara teratur menstimulasi dan meningkatkan jantung, paru-paru, sirkulasi darah, dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Bersepeda memperkuat otot jantung dan mengurangi tingkat lemak dalam darah. Oleh karena itu, bersepeda pada malam hari tidak mengawali angin untuk duduk, tetapi sebaliknya mengurangi risiko penyakit pada tubuh. Tak hanya bersepeda, pengurangan stres dan berhenti merokok menjadi cara lain untuk menghindari duduk tertiup angin atau sakit tenggorokan.

2. Paru-paru basah

Tak hanya duduk tertiup angin, paru-paru yang basah juga kerap menjadi jera bagi orang yang ingin mencoba bersepeda malam. Pneumonia atau pneumonia adalah peradangan atau infeksi yang terjadi di paru-paru dan biasanya disebabkan oleh virus, jamur, atau bakteri. Angin malam bukanlah salah satu penyebab pneumonia. Seseorang mengalami pneumonia ketika udara yang dihirupnya mengandung bakteri dan virus penyebab pneumonia. Menurut American Lung Association, pneumonia bisa dialami siapa saja, namun ada beberapa faktor yang meningkatkan kerentanan terhadap pneumonia, seperti usia di atas 65 tahun, merokok, anak-anak yang belum memiliki imunitas optimal. sistem, mengalami penyakit, pernapasan, dan bekerja di lingkungan yang terpapar polutan atau bahan kimia. Jadi jangan ragu bermain sepeda di malam hari. Tapi Anda tetap harus memakai pakaian yang tepat, um!

3. Impotensi atau impotensi pada pria

Salah satu mitos paling umum tentang bersepeda yang sering beredar di masyarakat adalah bahwa bersepeda malam dapat menyebabkan impotensi atau impotensi, terutama pada pria. Seringkali mereka takut, karena bersepeda malam sering membuat kelemahan mereka terasa pegal bahkan semut. Namun kenyataannya, tidak ada bukti dalam bentuk penelitian medis yang mendukung mitos ini. Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam The Journal of Urology menunjukkan bahwa bersepeda dengan intensitas tinggi memang memberikan manfaat yang sangat baik untuk fungsi ereksi pria.

4. Ganggu pola tidur

Malam hari merupakan waktu yang sebaiknya digunakan untuk istirahat, bukan untuk berolahraga. Setidaknya itulah pandangan masyarakat awam yang meyakini bahwa bersepeda malam dapat mengganggu pola tidur normal. Padahal, jika hanya dilakukan pada sore hingga larut malam, bersepeda justru mengurangi stres karena tubuh Anda memproduksi hormon dopamin yang meningkatkan kebahagiaan. Laporan dari National Sleep Foundation, olahraga teratur atau aktivitas fisik, membantu meningkatkan kualitas tidur menjadi lebih baik. Jika Anda merasa insomnia, tidak ada salahnya berolahraga di malam hari untuk membuat tubuh lebih rileks.

5. Sangat mempengaruhi diet

Karena olahraga berdampak langsung pada pola makan, sebagian orang khawatir bersepeda malam dapat mengganggu pola makan mereka saat ini. Faktanya, tidak pernah ada bukti ilmiah yang mendukung klaim ini. Selain meningkatkan laju metabolisme, bersepeda juga membangun otot dan membakar lemak tubuh sehingga membantu menurunkan berat badan.

Sumber: Garuda Print – Bikin Jersey Sepeda